💡
"Punya ide cerita anak yang kocak atau seru? Hubungi redaksi yuk, karyamu bisa tayang di sini! 📩🦸"
🏠 Beranda 📚 Daftar Cerita 🦸 Karakter 📖 Festival LIVE 💫 Tentang ✉️ Kontak 💡 Info Baca

Bintang yang Bisik Mimpi

Bintang yang Bisik Mimpi
Ilustrasi CeritaBoom 🎨

Malam itu, Riko sudah berada di tempat tidurnya. Selimut biru menutupi tubuh kecilnya, sementara boneka kesayangannya berada di samping bantal. Namun, Riko belum juga mengantuk. Ia memandang ke arah jendela dan melihat langit malam yang dipenuhi bintang. “Kenapa mataku belum mau tidur, ya?” gumam Riko sambil menguap.

Tiba-tiba, terdengar suara kecil, “Ting!” Sebuah bintang turun perlahan dari langit dan melayang masuk melalui jendela kamar Riko. Riko langsung duduk dan membelalakkan mata. “Eh? Kamu bisa terbang?” tanyanya. Bintang kecil itu tertawa. “Bukan hanya bisa terbang. Aku juga bisa berbicara.” Riko semakin terkejut. “Tapi… bintang kan ada di langit!” “Benar,” jawab bintang itu, “tapi malam ini kami turun untuk menjemputmu.”

Seketika, puluhan bintang kecil turun dari langit. Mereka memenuhi kamar Riko dengan cahaya lembut seperti kunang-kunang. “Ayo, Riko,” kata salah satu bintang. “Kami punya tugas malam ini.” “Tugas apa?” tanya Riko. “Mengantarkan mimpi.” Tiba-tiba tubuh Riko terasa sangat ringan. Selimutnya berubah menjadi awan lembut dan perlahan membawanya terbang keluar jendela.

Riko terbang melewati atap rumah, melewati awan putih, hingga akhirnya tiba di sebuah tempat yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Tempat itu bernama Taman Mimpi. Di sana, bunga-bunga bercahaya tumbuh di atas awan, sungai kecil mengalir seperti pita perak, dan ribuan bintang menggantung rendah di langit. “Wow… indah sekali,” bisik Riko. Salah satu bintang menjelaskan bahwa setiap bunga di taman itu menyimpan sebuah mimpi. Ada bunga yang menyimpan mimpi tentang terbang, bunga yang menyimpan mimpi tentang petualangan, dan bunga yang menyimpan mimpi tentang bertemu teman baru.

Namun, di sudut taman, Riko melihat sebuah bunga kecil yang hampir tidak bercahaya. “Kenapa bunga itu terlihat sedih?” tanyanya. Bintang kecil itu terdiam sejenak lalu menjawab, “Bunga itu menyimpan mimpi seorang anak yang sedang merasa sendirian.” Riko merasa sedih mendengarnya. Ia mendekati bunga tersebut dan menyentuhnya dengan lembut. “Jangan sedih. Kamu tidak sendirian.” Ajaibnya, bunga itu langsung bersinar terang.

Semua bintang bersorak gembira. “Riko berhasil!” Riko tersenyum bingung. “Kenapa bunga itu bisa kembali bercahaya?” Bintang kecil itu menjawab, “Karena mimpi yang paling indah bukan selalu tentang terbang tinggi atau menemukan harta karun. Kadang, mimpi yang paling indah adalah ketika seseorang merasa disayangi.”

Tiba-tiba, seluruh Taman Mimpi menjadi gelap. Ribuan bintang berhenti bersinar. Dari balik awan muncul sebuah bayangan hitam besar. Riko sedikit takut. “Siapa itu?” tanyanya. Bintang kecil menjawab, “Itu Penjaga Malam. Dia bukan makhluk jahat. Dia hanya sudah lupa bagaimana caranya bermimpi.”

Riko memandang bayangan itu. Ia mengambil sebuah bunga bercahaya dan berjalan mendekatinya. “Kalau begitu, mungkin dia hanya perlu diingatkan,” kata Riko. Ia mengangkat bunga tersebut tinggi-tinggi. Cahaya lembut menyinari bayangan hitam itu. Perlahan, bayangan tersebut mengecil dan berubah menjadi makhluk kecil yang sedang menangis.

“Aku sudah lupa rasanya punya mimpi,” katanya dengan suara sedih. Riko tersenyum dan berkata, “Kalau begitu, malam ini kita buat mimpi baru.” Seketika, ribuan bintang kembali bersinar. Taman Mimpi berubah menjadi lautan cahaya yang sangat indah. Semua bintang berbisik bersama-sama, “Tidurlah, Riko. Pejamkan matamu. Biarkan kami menjaga mimpimu malam ini.”

Perlahan, mata Riko terasa semakin berat. Ia menguap dan menutup matanya. Ketika ia membukanya kembali, Riko sudah berada di tempat tidurnya. Selimut masih menutupi tubuhnya dan boneka kesayangannya masih berada di samping bantal. Ia melihat ke arah jendela. Di sana, satu bintang bersinar paling terang.

Riko tersenyum. “Selamat malam, Bintang.”

Dari kejauhan terdengar suara lembut, “Selamat malam, Riko. Mimpi yang indah.”

Riko menarik selimut sampai ke dagu, lalu memejamkan mata. Malam itu, untuk pertama kalinya, Riko tidak perlu mencari mimpi. Karena mimpi sudah datang mencarinya.

TAMAT. 🌙✨

Avatar photo
Diceritakan oleh:

Penjelajah Senja