Mengapa Web Modern Terlalu Polos

Oleh: Yoshmoyi1212 Tanggal: 25 July 2026 Rubrik: Laci Arsip
Mengapa Web Modern Terlalu Polos
Dokumentasi: Arsip RWB

Buka internet hari ini, dan Anda akan melihat lautan web yang seragam. Sudut-sudut membulat sempurna, latar belakang putih bersih tanpa cacat, dan tipografi sans-serif yang dingin dan kaku. Semuanya terlihat rapi, terukur, dan amat sangat membosankan. Dunia digital telah berubah menjadi rumah sakit—steril, putih, dan tanpa jiwa.

Kita telah terjebak dalam ketakutan untuk berbeda. Desainer web modern seolah menyerahkan senjata mereka demi mengikuti tren yang ditentukan oleh segelintir raksasa teknologi. Akibatnya, setiap kali kita mengunjungi sebuah blog atau portofolio, rasanya seperti melihat ruangan kosong yang baru dipel. Tidak ada tekstur, tidak ada kehangatan, dan tidak ada cerita yang bisa diraba oleh mata.

Padahal, internet seharusnya tidak demikian. Dulu, di masa-masa awal web, setiap halaman adalah kanvas yang liar. Orang-orang menulis dengan latar belakang yang berani, font yang aneh, dan tata letak yang tidak sempurna. Itu jelek, mungkin, tetapi ia memiliki nyawa. Ia memiliki pengorbanan tinta.

Saya memilih koran tua dan kertas sobek bukan karena saya menolak kemajuan. Saya melakukannya karena saya menolak kepalsuan. Mari kita kotori piksel-piksel kita sedikit. Mari kita bawa kembali bayangan, tekstur, dan huruf serif yang gagah. Sebuah web tidak harus terlihat seperti rumah sakit; ia bisa terlihat seperti ruang baca yang hangat di sore hari.

Ditulis dengan tinta by

Yoshmoyi1212