Ada sesuatu yang magis saat kita membuka laci lama di rumah masa kecil. Di antara tumpukan kuitansi penyusut dan kunci yang sudah tidak berpasangan, kita sering menemukan secarik surat. Kertasnya mungkin sudah menguning, lipatannya mulai rapuh, dan tintanya memudar. Namun, saat membacanya, waktu seolah berhenti berdetak.
Rubrik ini adalah upaya digitalisasi dari laci masa lalu tersebut. Saya menghidupkan kembali tulisan-tulisan, catatan, dan memoar lama ke dalam layout koran yang elegan. Kertas sobek, cap stempel pudar, dan font klasik sengaja dirangkai untuk memberikan rasa nostalgia yang mendalam. Seolah-olah Anda baru saja menemukan arsip tersembunyi di loteng rumah nenek.
Mengarsipkan bukan berarti membiarkan sesuatu menjadi usang. Mengarsipkan adalah cara kita mengawetkan kehangatan kenangan agar tidak dimakan usia. Mari keluarkan surat-surat dari laci lama Anda, pajang di sini, dan biarkan cerita yang terlupakan kembali bernapas di udara digital.