Pelancong sejati tahu bahwa perjalanan tidak berakhir saat kaki pulang ke rumah. Perjalanan sebenarnya baru dimulai saat kita mulai menuliskannya. Setiap tiket kereta yang terselip di buku, setiap foto dengan warna yang mulai memudar, dan setiap aroma khas yang sulit dijelaskan dengan kata-kata—semuanya menuntut untuk diabadikan.
Memoar perjalanan ini dirancang sebagai buku catatan digital yang tak lekang oleh waktu. Desainnya meminjam estetika kliping koran lama, di mana setiap momen ditempel dengan rapi layaknya memajang foto di papan gabus. Tidak ada desain yang terlalu ramai atau warna yang mencolok, hanya tipografi yang lapang dan tata letak yang menyajikan cerita dengan penuh kehormatan.
Catatlah ke mana kaki melangkah, ke mana hati tertambat. Biarkan jejak perjalanan ini menjadi peta kenangan yang bisa dibaca ulang bertahun-tahun mendatang, saat rindu pada jalan mulai menggigit dan kaki kembali gatal untuk menjelajah.