Catatan Perjalanan

Oleh: Yoshmoyi1212 Tanggal: 25 July 2026 Rubrik: Daftar Terbitan
Catatan Perjalanan
Dokumentasi: Arsip RWB

Kereta api bergerak pelan, meninggalkan stasiun yang sesak oleh asap dan deru mesin. Saya duduk di kursi kayu yang sedikit membasahi tulang belakang, meletakkan buku catatan di atas pangkuan. Jendela berdebu menjadi layar tempat pemandangan berlalu: sawah-sawah yang menguning, rumah-rumah panggung dengan atap genteng merah, dan anak-anak yang melambai dari jembatan kayu.

Perjalanan ini bukan tentang tujuan, melainkan tentang ritme yang dipaksakan melambat. Di dalam gerbong yang bergoyang ritmis ini, pikiran tak bisa terburu-buru. Getaran roda di atas rel mengetuk lantai seolah ikut menyimpan irama bagi pena yang menari di atas kertas. Saya menulis tentang penjual makanan yang berteriak di lorong, tentang senja yang mulai merayap di puncak gunung di kejauhan, dan tentang rasa kantuk yang nyaman berbaur dengan suara mesin.

Mungkin inilah cara terbaik untuk mengenang sebuah perjalanan: bukan dengan foto yang membeku, melainkan dengan tinta yang menangkap getaran setiap detik. Saat kereta akhirnya berhenti di ujung stasiun, buku catatan ini telah menjadi tiket menuju masa lalu yang bisa saya kunjungi kapan saja.

Ditulis dengan tinta by

Yoshmoyi1212