Puisi yang Terlupakan

Oleh: Yoshmoyi1212 Tanggal: 25 July 2026 Rubrik: Daftar Terbitan
Puisi yang Terlupakan
Dokumentasi: Arsip RWB

Saya menemukannya di antara halaman-halaman buku catatan yang sudutnya sudah terlipat rapat. Secarik kertas yang disobek dari buku tulis, bertuliskan tangan yang meliuk liar—sebuah puisi yang saya tulis sepuluh tahun lalu. Membaca baris-baris itu kembali terasa seperti mendengar suara orang asing yang entah mengapa terdengar sangat familiar.

Kata-katanya canggung, rima yang dipaksakan, dan metafora yang terlalu dramatis. Namun, ada kejujuran yang membentur di sana. Ada rasa marah, cinta, dan kebingungan yang hanya bisa dilukiskan oleh anak muda yang sedang mencari tempat di dunia. Saya tersenyum sendiri. Bagaimana dulu saya bisa begitu berani menuangkan emosi tanpa filter?

Kini, setiap kata yang saya tulis selalu melewati proses analisis yang melelahkan. Puisi yang terlupakan ini mengingatkan saya bahwa menulis, pada hakikatnya, adalah melukiskan jiwa apa adanya. Sebelum dunia mengajarkan kita untuk berhati-hati, tinta pernah mengalir begitu saja, murni dan tak tersentuh.

Ditulis dengan tinta by

Yoshmoyi1212