Senja di Tanah Lapang

Oleh: Yoshmoyi1212 Tanggal: 25 July 2026 Rubrik: Daftar Terbitan
Senja di Tanah Lapang
Dokumentasi: Arsip RWB

Senja di tanah lapang selalu membawa aroma yang sama: rumput yang baru dipotong, debu yang mengepul tipis, dan keringat yang mengering di pelipis. Dulu, tempat ini adalah sebuah kerajaan bagi kami. Sebuah hamparan hijau tanpa batas di mana bayangan memanjang seiring matahari yang semakin condong. Di sini, waktu diukur bukan dengan jam tangan, melainkan dengan warna langit. Dari jingga yang berangsur memudar menjadi ungu kelam, menandakan ibu akan segera memanggil dari beranda rumah.

Kami berlari, mengejar bola yang sudah kempis, atau sekadar berbaring memandang awan yang bergerak lambat. Suara tawa anak-anak berbaur dengan kicau burung yang pulang ke sarang. Tidak ada kekhawatiran tentang esok hari, tidak ada notifikasi yang berisik. Yang ada hanya senja yang terasa kekal. Dulu, saya pikir masa kecil ini tidak akan pernah berakhir.

Kini, tanah lapang itu mungkin sudah berubah menjadi beton dan marmer. Namun, dalam catatan ini, saya menahannya tetap hijau. Saya menahannya tetap menjadi tempat berlari bagi kenangan yang tak ingin menua.

Ditulis dengan tinta by

Yoshmoyi1212